Sejarah Singkat


Pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda, wilayah Kabupaten Lombok Barat merupakan salah satu onderafdeling dibawah afdeling Lombok Barat yaitu onderafeling van West Lombok yang dipimpin oleh seorang contoleur. Selanjutnya pada zaman penjajahan Jepang status Lombok Barat berubah menjadi daerah administrasif yang disebut Bun Ken yang dikepalai oleh seorang Bun Ken Kanriken. Status ini berlangsung sampai Jepang menyerahkan kekuasaanya kepada sekutu Belanda (NICA). Dibawah pemerintahan NICA, wilayah Indonesia Timur dijadikan daerah adminstratif yang dinamakan Neo Landschapeppen termasuk didalamnya Lombok. Menurut Undang-undang pemerintahan daerah NIT Nomor 44 tahun 1950 pasal1 ayat 1 menyatakan bahwa wilayah administratif Lombok Barat menjadi daerah bagian yang otonom. Pada masa ini daerah Kedistrikan Ampenan Barat, Kedistrikan Ampenan Timur, Kedistrikan Tanjung, Kedistrikan Bayan, Kedistrikan Gerung, Asisten Kedistrikan Gondang dan Kepunggawaan Cakranegara. Penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan bersadarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1957 dimana daerah Indonesia dibagi habis dalam daerah Swatantra Tingkat I, Tingkat II dan Tingkat III. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1957, lahirnya Undang-undang nomor 64 dan 69 tahun 1958 masing-masing tentang pembentukan daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT serta daerah Tingkat II di dalam wilayah daerah Tingkat I yang bersangkutan diundangkan pada tanggal 14 Agustus tahun 1958. Oleh karena itu secara yuridis daerah Swatantra Tingkat II Lombok Barat sudah terbentuk sejak tanggal 14 Agustus Tahun 1958.

Sebagai pelaksanaan Undang-undang nomor 69 tahun 1958 dengan SK Mendagri nomor Ujp. 7/14/34 diangkat JB. Tuhumena Maspaitela sebagai pejabat sementara Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Barat yang pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 17 April 1959, tanggal pelantikan tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kabupaten Lombok Barat yang diperingati setiap tahunnya. Sejak dibentuk, Kabupaten Lombok Barat telah dipimpin oleh beberapa orang Kepala Daerah (Bupati) yaitu :
1.    JB. Tuhumena Maspaitella (1959 – 1960)    
2.    H. Lalu Anggrat, BA  (1960 – 1965)
3.    Drs. Said (1966 – 1972)    
4.    H. L. A. Rachman (1972- 1978)
5.    Drs. H. L. Ratmadji (1978 – 1989)         
6.    Drs. H. L. Mudjitahid (1989 – 1999)    
7.    Drs. H. Iskandar (1999 – 2004)
8.    Drs. H. Iskandar dan H. M. Izzul Islam 2004 – 2009
9.    DR. H. Zaini Arony, M.Pd dan DR. H. Mahrip 2009 – Sekarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s