Peran DRN Dalam Pembangunan Ekonomi Berbasis Iptek


Sesuai dengan tema besar Penguatan Sistem Inovasi Nasional, Dewan Riset Nasional (DRN), menuntut terbentuknya jaringan iptek yang semakin luas dan kompleks dan dapat berperan lebih besar dalam rangka mewujudkan iptek sebagai pendukung perkembangan perekonomian, peningkatan daya saing dan kemajuan peradaban bangsa.

Sampai saat ini dirasakan bahwa keberadaan dan peran DRN masih belum seperti yang diharapkan, dikarenakan beberapa kendala yang meliputi: pertama, masih adanya ketidaksamaan persepsi terhadap posisi, peran, tugas, dan fungsi DRN; kedua, terkesan bahwa DRN diberi tugas tetapi tidak diberi kewenangan dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga independen dalam mendukung pengembangan iptek di Indonesia. Untuk itulah, dilaksanakan Sidang Paripurna DRN 1 Tahun 2011 pada Kamis, 16 Juni 2011 di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspiptek Serpong, dalam rangka mencari DRN yang dapat berperan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Riset Nasional, Andrianto Handojo mengatakan, dalam hubungan ini, untuk memutar jentera kegiatan riset dan pengembangan di Indonesia, DRN menempati peran yang tidak kecil. Pertama-tama tugasnya membantu Menteri Riset dan Teknologi dalam merumuskan kebijakan, namun untuk maksud tersebut perlu melakukan pengamatan terhadap perkembangan yang terjadi dan juga upaya menunjang keberlangsungan penerapan kebijakan riset dan teknologi.

“Dalam rangka upaya ini DRN telah menyusun Agenda Riset Nasional atau ARN yang diharapkan dapat menjadi acuan kolektif bagi para peneliti di negara ini. Tetapi seperti yang sama-sama diamati, belum semua atau belum banyak pihak yang secara konsisten menjadikannya sebagai rujukan”, ujar Andrianto Handojo.

Berkaitan dengan hal tersebut, hadir sebagai pembicara dari Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi, Mulyanto, yang memaparkan tentang “Peran DRN Mendukung Pengembangan Riset dan Pembangunan Ekonomi Berbasis Riset; dan Direktur International Client Management di Nilsen Consumer Research, New New York yang memaparkan tentang “Data Riset dan Harapan Untuk pengembangan Riset di Indonesia.

Dalam paparannya, Sekretaris Menteri Negara Riset dan Teknologi, Mulyanto menyampaikan, peran Dewan Riset Nasional (DRN) adalah apa yang dapat dilakukan DRN dengan tupoksi, fokus tugas, amanat yang diembannya dalam riset dan pembangunan ekonomi berbasis riset. Kemudian acara dilanjutkan dengan paparan dari Komisi Teknis Ketahanan Pangan, Benyamin Lakitan; Komisi Teknis Energi, Suryadarma; Komisi Teknis Teknologi dan Manajemen Transportasi, Indrayati Subagio; Komisi Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi, Eko Budiardjo;  Komisi Teknis Pertahanan dan Keamanan, Agus Soesarso; Komisi Teknis Kesehatan dan Obat, Amin Soebandrio; Komisi Teknis Sains Dasar, Masbach ; Komisi Teknis Sosial Kemanusiaan, Roosmalawati, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua Dewan Riset Nasional, Betti Alisjahbana.

Tentang admin

website atau blog Bappeda Kabupaten Lombok Barat
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum, Iptek. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s