Pencairan Dana BOS Kembali ke Model Lama


JAKARTA-Carut-marut pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dibeber di Ombudsman RI kemarin. Dalam agenda pemanggilan jajaran Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Ombudsman mencium ada tindakan maladministrasi atau tidak hati-hati dalam menjalankan mekanisme baru pencairan dana BOS. Sistem pencairan siap dikembalikan ke model lama. Pemanggilan kemarin, merupakan tindak lanjut laporan Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Aliansi Orangtua Peduli Pendidikan (APPI). Mereka melaporkan Mendiknas Mohammad Nuh, beserta kepala dinas pendidikan kota dan kabupaten, serta kepala sekolah sebagai pemicu keterlambatan penyaluran dana BOS.

Sedianya, Ombudsman langsung memanggil Nuh. Tetapi, dia berhalangan hadir karena ada rapat dengan Presiden SBY. Sebagai gantinya, Ditjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendiknas Suyanto datang memberikan klarifikasi. Dalam klarifikasinya, Suyanto menjelaskan seluruh landasan hukum dalam penyaluran dana BOS tidak ada yang salah. Setelah mendengar pemaparan dari Suyanto, Ombudsman mencium ada tindakan tidak hati-hati yang telah dilakukan Kemendiknas. “Memang ada maladministrasi,” kata Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana.Namun, dia masih membutuhkan keterangan tambahan dari Kementerian Kuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ombudsman juga berencana mengkonfrontasi Kemendiknas, Kemenkeu, dan Kemendagri terkait munculnya keterlambatan pencairan dana BOS.

Upaya ketidakhati-hatian tersebut muncul dari tempo penetapan tiga dasar hukum pengucuran dana BOS dengan sosialisasi yang mepet bahkan berbarengan. Dasar hukum itu adalah Permendiknas Nomor 37 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOS Tahun Anggaran 2011 yang diteken 22 Desember 2010. Selanjutnya adalah, Permenkeu Nomor 247/PMK.07/2010 yang diteken pada 27 Desember 2010. Landasan hukum ketiga adalah Surat Edaran Bersama (SEB) Mendagri dan Mendiknas yang ditandatangani pada 28 Desember 2010.

Penandatanganan SEB itu berbarengan dengan sosialisasi nasional sistem baru distribusi dana BOS. “Ini kan terlihat ganjil. Sosialisasi digelar mepet bahkan bersamaan dengan aturan ditetapkan,” tandas Danang.
Ombudsman menilai, kondisi ini merupakan cermin dari lemahnya sistem administrasi dalam penetapan kebijakan baru sekaligus dengan sosialisasinya. Lemahnya sistem itu, berujung pada keterlambatan pencairan dana BOS di beberapa kabupaten dan kota. Danang menilai, berdasarkan keterangan dari Kemendiknas sistem pencairan dana BOS model lama lebih banyak keunggulannya. Dalam sistem lama, dana BOS langsung ditransfer dari rekening Kemenkeu ke rekening sekolah penerima. Sistem lama ini berjalan mulai 2005-2010. Sementara pada sistem baru yang dijalankan mulai tahun ini, dana BOS dari Kemenkeu ditransfer dulu ke rekening pemerintah kabupaten atau kota. Selanjutnya dikucurkan ke rekening sekolah penerima dana BOS.

Versi Kemendiknas, pengucuran dana BOS model lama adalah penyaluran dana cepat dan seragam antara sekolah swasta dan negeri, monitoring dan evaluasi penyaluran dana bos lebih mudah dilakukan. Sementara kelemahannya adalah, peran kabupaten dan kota dalam pengucuran dana BOS minim. Dengan ancaman mengembalikan lagi sistem pencairan dana BOS ke model lama, Suyanto belum banyak berkomentar. Dia mengatakan masih menunggu pencairan dana BOS kuartal ketiga yang bakal dikucurkan April depan. “Sekarang masih test case, kita tunggu saja perkembangan kuartal kedua (April, Red) nanti,” tandasnya. Jika masih muncul keterlambatan, pencairan siap dikembalikan lagi ke model lama.(wan)


Tentang admin

website atau blog Bappeda Kabupaten Lombok Barat
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum, Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s