Peluncuran PPP Project Plan Book 2011


Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana meresmikan peluncuran Public Private Partnership (PPP) Project Plan Book 2011. Dalam skema PPP ini, sebanyak 79 proyek ditawarkan dengan total investasi US$ 53,4 miliar. Dalam sambutannya, Menteri PPN/ Kepala Bappenas menjelaskan bahwa inti utama pembangunan infrastruktur dengan skema PPP adalah untuk menciptakan iklim investasi yang kompetitif, khususnya dalam menarik minat swasta untuk membiayai pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas menambahkan, Infrastruktur menjadi faktor utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Saat ini, dari 139 negara yang tergabung dalam World Economic Forums 2010-11 Global Competitiveness Index, Indonesia menempati peringkat 44 atau meningkat 10 peringkat dan peringkat infrastruktur pun meningkat dibanding tahun lalu. Namun, pemerintah bertekad untuk lebih meningkatkannya kembali tahun ini. Selain itu, berbagai lembaga pemeringkat juga memberikan nilai cukup baik pada Indonesia. Karena itu, pemerintah kembali menawarkan proyek-proyek infrastruktur dengan skema PPP, yang dituangkan dalam PPP Project Plan Book 2011.

Ada tiga fungsi utama peluncuran PPP Project Plan Book 2011. Pertama, merencanakan proyek-proyek infrastruktur dengan skema PPP, yang di dalamnya akan bersinergi dengan kebijakan-kebijakan nasional dan alokasi belanja. Kedua, menginformasikan kepada kalangan swasta tentang persiapan proyek infrastruktur PPP, inisiasi proyek-proyek baru, dan tender proyek yang siap jual dari berbagai negara. Ketiga, memonitor perencanaan dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur PPP.

PPP Project Plan Book 2011 terdiri dari tiga kategori, yaitu proyek siap ditawarkan, proyek prioritas, dan proyek potensial, dengan total 79 proyek. Di antaranya, terdapat 13 proyek baru, di mana sebelumnya pemerintah mengeliminasi 33 proyek yang terdapat pada PPP Project plan Book 2011. Diharapkan, seluruh proyek yang ditawarkan dalam PPP Project Plan Book 2011 dapat menjadi penghubung bagi pemerintah dan swasta untuk bersama-sama membangun sektor infrastruktur di Indonesia. Apalagi, sistem administrasi dan organisasi skema PPP juga telah melibatkan tiga institusi pemerintah, yaitu Kemenkeu, BKPM, dan Bappenas. Dalam hal ini, Bappenas berfungsi sebagai back office-nya.

Data Bappenas mencatat, untuk proyek siap ditawarkan berjumlah 13 proyek senilai US$ 27,52 miliar. Lalu, sebanyak 21 proyek prioritas dengan nilai US$ 10,38 miliar, dan 45 proyek senilai US$ 15,5 miliar. Sementara itu, terdapat 16 proyek kerjasama yang sedang dan akan transaksi pada tahun 2011, dengan nilai sebesar US$ 32,331.8 miliar.


Tentang admin

website atau blog Bappeda Kabupaten Lombok Barat
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum, Ekonomi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s