Intensifkan Belajar Kelompok Setelah Magrib


LOBARBanyak cara untuk mendapatkan hasil maksimal menjelang UN. Untuk meraih hasil yang ditargetkan, sekolah terus mengasah prestasi siswa dengan persiapan yang matang. Seperti yang dilakukan SDN 1 Karang Bongkot Kecamatan Labuapi. Menjelang UN, sekolah ini telah menyiapkan pola kegiatan yang efektif. Salah satunya, dengan membentuk kelompok belajar. Uniknya, waktu pelaksanaan belajar kelompok dijadwal setelah ibadah salat magrib.

Kepala SDN 1 Karang Bongkot, Ismail mengatakan, penempatan waktu belajar kelompok itu merupakan hasil keputusan yang ditelurkan saat rapat dengan dewan guru. Kemudian disosialisasikan pada orang tua murid. ”Kita jadwalkan kegiatan tersebut tiga kali dalam seminggu. Dan mendapat pengawalan dari satu orang guru pembimbing,” katanya saat ditemui di salah satu ruang guru yang temboknya sudah berlumut, kemarin.

Penempatan waktu belajar kelompok itu jelasnya, juga sudah mendapat restu dari orang tua murid. Bahkan, guna mengefektifkan jalannya proses pembinaan, orang tua murid dilibatkan untuk mengawal anaknya hingga proses belajar kelompok selesai. Materi yang diajarkan sambungnya, difokuskan pada mata pelajaran yang di-UN-kan.Menurutnya Ismail, pilihan waktu belajar malam memang mengandung resiko. Tapi juga memiliki  nilai positifnya. Dimana, anak-anak setelah magrib banyak menggunakan waktu untuk menonton TV. Untuk menghindari  waktu yang terbuang percuma, maka sekolah sepakat untuk menjadwalkan pelaksanaan belajar kelompok setelah magrib. ”Tempatnya kita pilih disekolah saja. Karena suasananya adem,” terang Ismail sambil tertawa.

Selain itu jelasnya, upaya lain sudah dilakukan sekolah dalam mempersiakan siswa. Seperti, les yang sudah berjalan 26 pertemuan, pembinaan mental, dan program imtak (iman dan takwa).  Disamping itu kata Ismail, setiap guru sudah berkomitmen untuk membekali siswa dengan persiapan matang. Yakni, dengan mencurahkan seluruh perhatian pembinaan yang humanis. Try out lanjutntya, juga sudah tiga dilaksanakan dan hasilnya cukup memuaskan. ”Nilai yang diperoleh siswa diatas standar kelulusan,” akunya.

Terkait biaya try out  ungkapnya, pihak sekolah manfaatkan dana BOS. Sehingga, siswa tidak dibebani dengan biaya apapun. Intinya, sekolah hanya memberikan beban belajar saja kepada siswa. Sejak persiapan UN dilakukan sambungnya, pihak sekolah belum menuai hambatan. Lebih-lebih, persiapan itu sendiri mendapat dukungan dari elemen masyarakat. ”Kita juga menggalang partisipasi orang tua murid. Agar memberikan perhatian yang ekstra berkaitan dengan belajar dirumah,” kata Ismail.

Hanya saja, Ismail mengeluhkan kondisi sarana sekolah yang belum memadai. Maklum, beberapa ruangan terlihat sudah berlumut. ”Kita sedang membenahi sedikit demi sedikit dengan menggunakan dana BOS,” akunya.Untuk ruang kelas saja tandasnya, terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang guru. Parahnya, kondisi itu sudah berjalan sejak sekolah ini berdiri. Meski demikian tegasnya, guru-gurunya tetap bersemangat dengan fasilitas seadanya.


Tentang admin

website atau blog Bappeda Kabupaten Lombok Barat
Pos ini dipublikasikan di Berita Umum, Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s